Bandar Cheat

Agen terpercaya

Perawat Mengungkapkan Banyak Kejanggalan yang Dilakukan Setnov

Perawat Mengungkapkan Banyak Kejanggalan yang Dilakukan Setnov

Perawat Mengungkapkan Banyak Kejanggalan yang Dilakukan Setnov

Perawat Mengungkapkan Banyak Kejanggalan yang Dilakukan Setnov

 

BERKAH POKER – Perawat Mengungkapkan Banyak Kejanggalan yang Dilakukan Setnov – Jaksa Penuntut Umum KPK menghadirkan perawat Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Indri Astuti dalam persidangan perintangan penyidikan korupsi e-KTP dengan terdakwa Bimanesh Sutarjo. Dia mengungkapkan banyak kejanggalan dilakukan Novanto dan Bimanesh.

Ia mengatakan, Bimanesh mengambil alih tugasnya dalam memeriksa tekanan darah Novanto setibanya di kamar nomor 323 VIP lantai 3. Padahal, imbuh Indri, tindakan medis seperti memasang infus, mengukur tekanan darah pasien, memasang oksigen umumnya dilakukan oleh perawat.

Selain mengambil alih tugasnya, dia juga mengaku heran dengan adanya benjolan kecil di dahi terdakwa korupsi e-KTP tersebut. Sebelumnya, Indri mengaku tidak ada benjolan apapun di dahi Novanto setibanya di rumah sakit pertama kalinya sekitar pukul 19.00 WIB.

Benjolan tersebut dan luka di sekitar dahi kemudian diminta Novanto agar diperban. Dia mengungkapkan banyak kejadian tak terduga ketika Setnov dirawat. Bahkan, tingkah Setnov terkesan lucu. Ini dia daftarnya:

1. Setnov bisa diri tegak saat buang air kecil

Indri kembali merasa janggal dengan sikap Novanto keesokan harinya, Jumat (17/11) pagi. Sebelum menyelesaikan tugasnya, Indri kembali ke kamar inap Novanto untuk melakukan pengecekan rutin. Saat itu mantan ketua DPR tersebut terlihat tengah berdiri tegak saat buang air kecil di urinal. AGEN POKER

Namun, ujar Indri, seketika sadar ada perawat masuk, Novanto tiba-tiba menunjukan sikap lemas.

“Begitu saya masuk si bapak ini enggak dengar kali saya, kemudian saya bilang pak sini biar saya bantu, si bapak itu kaget setelah itu dia merebahkan badannya dengan susah payah,” ujar Indri.

“Anda tidak tanya?” tanya Ketua Majelis Hakim.

“Kan saya takut, akhirnya saya tensi 160/100 antara itu pak setelah itu saya keluar saya tunggu operan,” tukasnya.

2. Setnov minta diambilkan modem ke petugas keamanan

Pihak keamanan Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Abdul Aziz meyakini Setya Novanto sadar setibanya di rumah sakit. Keyakinannya itu didasari saat Novanto meminta ambilkan modem internetnya yang jatuh saat akan dipindahkan dari mobil ke kamar RS.

AGEN POKER ONLINE – Selain itu, Aziz mengatakan, Novanto dengan sendirinya menutup seluruh badannya menggunakan selimut dan hanya menyisakan wajahnya. Bahkan, karena seluruh badannya tertutup, Aziz mengaku sempat tak mengenali Setya Novanto.

“Pasiennya sendiri yang nutupin mukannya. Ditarik sama dia (selimut) pasien enggak pingsan, saya yakin. Itu tolong wifi saya terjatuh,” ujar Aziz saat menjadi saksi dalam persidangan perintangan penyidikan korupsi e-KTP dengan terdakwa Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (2/4).

3. Setnov minta pakai obat merah

Awalnya, Indri hendak menolak karena menganggap tidak ada luka yang perlu diperban. Dia pun menyampaikan permintaan tersebut ke Bimanesh, selaku dokter yang merawat Novanto.

Saat itu, imbuh Indri, Bimanesh meminta Indri agar memasang perban dengan alasan kenyamanan pasien. Ia pun menuruti perintah Bimanesh.

Sekembalinya Indri ke kamar inap Novanto, ia mengaku terkejut dengan permintaan Novanto menggunakan obat merah pada lukanya. AGEN POKER TERPERCAYA

“Saya dikejutkan kembali dengan kata-kata pasien minta obat merah. Saya makin bingung saja. Saya bilang di rumah sakit udah enggak ada obat merah pak, saya agak ketus gitu kebawa,” ujarnya.

4. Setnov minta kepala diperban

Setya Novanto meminta kepalanya diperban saat dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, usai kecelakaan tunggal. Hal ini terungkap saat jaksa penuntut umum pada KPK membacakan isi surat dakwaan Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

“Terdakwa juga menyampaikan kepada Indri Astuti (perawat) agar luka di kepala Setya Novanto untuk diperban sebagaimana permintaan dari Setya Novanto,” ungkap Jaksa Takdir Suhan saat membacakan surat dakwaan Bimanesh, Kamis (8/3).

Selain berpura-pura memasang perban pada kepalanya, Bimanesh memerintahkan seorang perawat bernama Indri menempelkan tanpa menancapkan jarum dan selang infus pada mantan Ketua DPR itu. Namun Indri tetap memasang jarum kecil yang biasa dipakai untuk anak-anak. POKER ONLINE TERPERCAYA

Facebook Comments
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Content Protection by DMCA.com Copyrights © 2010. All rights reserved                 Best viewed in 1024 x 768 resolution Frontier Theme